ANGGORO KASIH DESA SINGGAHAN PART II
- May 11, 2026
- Imam Mahfud
Dipindahnya pasar dari pasar lama ke tempat pasar yang baru itu melalui musyawarah para sesepuh desa Singgahan yang waktu itu dipimpin oleh Mbah Wonso Dikromo (lurah pada waktu itu) mengambil kesepakatan bahwa Pasar Desa Singgahan harus dipindahkan dan Perayaan Anggoro Kasih pun harus tetap dilaksanakan di pasar baru itu. Perpindahan/boyongan pasar lama ke pasar baru dilakukan pada tahun 1928 M, bertepatan dengan 1 suro 1859 (tahun jawa) harinya Selasa Pahing, Wukunya Watu Gunung, tahun JE. Dan sejak itulah pasaran di pasar Singgahan diramaikan hari pasaran pahing, dengan sebutan Pasar Pahing. Sedangkan tradisi Anggoro Kasih Pasar Desa Singgahan juga dirayakan pada hari selasa pahing dalam bulan Suro sebagai peringatan (tetenger) boyongan pasar Singgahan, dan tidak lagi dirayakan pada hari selasa kliwon.
Kata Anggoro Kasih sendiri berasal dari bahasa Kawi yaitu Anggoro yang berarti hari selasa dan Kasih yang berarti kliwon, jadi Anggoro Kasih adalah Selasa Kliwon. Sebagian besar orang jawa meyakini bahwa hari selasa kliwon merupakan hari yang keramat, hari yang baik untuk memulai mengerjakan pekerjaan besar, melakukan ritual
seperti bertapa (bersemedi), puasa nglakoni (olah batin dsb). Begitu juga bulan Suro diyakini sebagai bulan yang keramat, suci dan penuh berkah untuk melakukan ritual yang berhubungan dengan olah batin dan olah kanuragan, seperti memperdalam ilmu kebatinan, ilmu kekebalan, mencuci benda-benda pusaka ataupun ngalap berkah ditempat-tempat tertentu.
Mengapa tradisi Anggoro Kasih Pasar Pahing Desa Singgahan tidak lagi dilaksanakan hari selasa kliwon tetapi pada hari selasa pahing pada bulan Suro?. Ini ada hubungannya dengan peristiwa pindah/ boyongan pasar Singgahan dari tempat yang lama ke tempat yang baru. Dengan tidak mengurangi makna dan kesakralan tradisi Anggoro Kasih itu sendiri, dan atas kespakatan para sesepuh desa waktu itu perayaan Adat Anggoro Kasih ditetapkan menjadi : Selasa Pahing, tanggal 1 Suro 1859 (tahun jawa), wuku Watu Gunung, tahun JE